|
Jalan Keluar dari Ketertipuan
Imam
Al-Ghazali berkata,
Jika engkau berkata,”berdasarkan
uraianmu, tampaknya tak seorang pun bias selamat dari pintu-pintu
ketertipuanyang telah kau tuturkan itu. Ini tentu membuat kami putus asa karena
tak seorang pun mampu terhindar dari bahaya-bahayanya yang tersamar.”
Maka aku katakan:
Jika konsentrasi seseorang kepada
sesuatu terpecah, ia akan cepat putus asa, menganggap besar persoalan, dan sulit
menemukan jalan keluar.
Jika tekadnya kuat, ia akan terus
berusaha. Dan dengan pandangan yang cermat, ia akan mampu menemukan jalan
rahasia untuk mencapai tujuannya. Ketika ingin menangkapburung yang sedang
terbang di angkasa, bukankah manusia mampu melakukannya? Ketika ingin emas
dan perak yang ada di perut gunung, bukankah manusia bisa mengeluarkannya? Ketika
ingin mengetahui ukuran dan jarak bintang yang ada di langit, bukankah
manusia mampu mengukurnya, sementara dirinya tidak beranjak dari atas bumi? Semua
keinginan itu bisa diraih menggunakan kekuatan dan menyiapkan berbagai
peralatan.
Demikian pula halnya dengan keinginan
meraih akhirat. Andai perhatian seorang hamba hanya tertuju kepada akhirat,
tentulah ia hanya memiliki satu kesibukan, yaitu memajukan hati, dan itu
tidaklah mustahil karena sudah dilakukan oleh para as-salafus shalih dan
pengikut-pengikut mereka. Karena itu, tidak menutup kemungkinan juga untuk
bisa dilakukan oleh orang yang bertekad kuat dan bersungguh-sungguh.
Sumber
pustaka: kitab al-Muhadzdzab min ihya ‘Ulum ad-Din, 2/227-239, ed. Ahmad
Shalih asy-Syami, Darul Qalam, Damaskus
|
Mencoba untuk tidak merujuk kata-kata sendiri, tetapi rujuklah melalui kata-kata emas para alim ulama kita
Jumat, 25 Oktober 2019
Jalan Keluar dari Ketertipuan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
siapapun boleh komen, siapapun boleh kritik