Jumat, 25 Oktober 2019

Jalan Keluar dari Ketertipuan

Jalan Keluar dari Ketertipuan

Imam Al-Ghazali berkata,
     Jika engkau berkata,”berdasarkan uraianmu, tampaknya tak seorang pun bias selamat dari pintu-pintu ketertipuanyang telah kau tuturkan itu. Ini tentu membuat kami putus asa karena tak seorang pun mampu terhindar dari bahaya-bahayanya yang tersamar.”
     Maka aku katakan:
     Jika konsentrasi seseorang kepada sesuatu terpecah, ia akan cepat putus asa, menganggap besar persoalan, dan sulit menemukan jalan keluar.
     Jika tekadnya kuat, ia akan terus berusaha. Dan dengan pandangan yang cermat, ia akan mampu menemukan jalan rahasia untuk mencapai tujuannya. Ketika ingin menangkapburung yang sedang terbang di angkasa, bukankah manusia mampu melakukannya? Ketika ingin emas dan perak yang ada di perut gunung, bukankah manusia bisa mengeluarkannya? Ketika ingin mengetahui ukuran dan jarak bintang yang ada di langit, bukankah manusia mampu mengukurnya, sementara dirinya tidak beranjak dari atas bumi? Semua keinginan itu bisa diraih menggunakan kekuatan dan menyiapkan berbagai peralatan.
     Demikian pula halnya dengan keinginan meraih akhirat. Andai perhatian seorang hamba hanya tertuju kepada akhirat, tentulah ia hanya memiliki satu kesibukan, yaitu memajukan hati, dan itu tidaklah mustahil karena sudah dilakukan oleh para as-salafus shalih dan pengikut-pengikut mereka. Karena itu, tidak menutup kemungkinan juga untuk bisa dilakukan oleh orang yang bertekad kuat dan bersungguh-sungguh.

Sumber pustaka: kitab al-Muhadzdzab min ihya ‘Ulum ad-Din, 2/227-239, ed. Ahmad Shalih asy-Syami, Darul Qalam, Damaskus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

siapapun boleh komen, siapapun boleh kritik