Rabu, 30 Oktober 2019

Cara Menolong Pelaku Kemungkaran


Cara Menolong Pelaku Kemungkaran

Syekh Abdul Qadir Jailani menasihati,
     Duhai, Nak!
     Jangan menolak orang lain dengan nafsu dan hawamu*. Akan tetapi, tolaklah dia berdasarkan imanmu. Iman berarti penolak. Bila engkau menolak seorang dengan ingkar demi Allah semata, tentu Dia akan membantumu menghapus kemungkarannya dan menolongmu menyelamatkan pelakunya.
     Bila engkau menolak kemungkarannya lantaran faktor hawa nafsumu, setanmu, dan seleramu, Dia akan menghinakanmu dan tidak akan membantumu menolong pelakunya sehingga dirimu tidak kuasa melakukannya.
     Iman menjadi dasar penolaknya. Oleh karena itu, siapa saja yang menolak kemungkaran bukan karena dasar iman maka dirinya tidak disebut sebagai penolak kemungkaran. Menolak kemungkaran itu semata karena Allah, tidak semata karena engkau ataupun karena manusia. Demi agama-Nya, bukan demi dirimu. Karena-Nya, bukan karenamu
      
Footnote(*) = Maksudnya, jangan sampai motif untuk menolak kemungkaran karena faktor nafsu dan kepongahan dirimu. Tetapi jadikan iman sebagai motifnya  

Sumber Pustaka :
Jailani, Abdul Qadir, Al-Fath ar-Rabbbani. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Jailani, Abdul Qadir. 1992. Futuh al-Ghaib. Cetakan 2. Damaskus: Dar al-Bab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

siapapun boleh komen, siapapun boleh kritik