|
Cara Menolong Pelaku Kemungkaran
Syekh Abdul Qadir Jailani menasihati,
Duhai, Nak!
Jangan menolak orang lain dengan nafsu dan hawamu*. Akan tetapi,
tolaklah dia berdasarkan imanmu. Iman berarti penolak. Bila engkau menolak
seorang dengan ingkar demi Allah semata, tentu Dia akan membantumu menghapus
kemungkarannya dan menolongmu menyelamatkan pelakunya.
Bila engkau menolak kemungkarannya lantaran faktor hawa nafsumu,
setanmu, dan seleramu, Dia akan menghinakanmu dan tidak akan membantumu
menolong pelakunya sehingga dirimu tidak kuasa melakukannya.
Iman menjadi dasar penolaknya. Oleh karena itu, siapa saja yang
menolak kemungkaran bukan karena dasar iman maka dirinya tidak disebut
sebagai penolak kemungkaran. Menolak kemungkaran itu semata karena Allah,
tidak semata karena engkau ataupun karena manusia. Demi agama-Nya, bukan demi
dirimu. Karena-Nya, bukan karenamu
Footnote(*) = Maksudnya, jangan sampai
motif untuk menolak kemungkaran karena faktor nafsu dan kepongahan dirimu. Tetapi
jadikan iman sebagai motifnya
Sumber Pustaka :
Jailani, Abdul Qadir, Al-Fath
ar-Rabbbani. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Jailani, Abdul Qadir. 1992. Futuh
al-Ghaib. Cetakan 2. Damaskus: Dar al-Bab
|
Mencoba untuk tidak merujuk kata-kata sendiri, tetapi rujuklah melalui kata-kata emas para alim ulama kita
Rabu, 30 Oktober 2019
Cara Menolong Pelaku Kemungkaran
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
siapapun boleh komen, siapapun boleh kritik