Rabu, 06 November 2019

Memilih Kawan


Memilih Kawan

Syekh Abdul Qadir Jailani menasihati,
    Hindarilah teman yang mengajakmu cinta dunia dan carilah teman yang mengajakmu berzuhud atas dunia. Karena itu, pemilihan kawan mempengaruhi perilaku seseorang.

Sumber Pustaka :
Jailani, Abdul Qadir, Al-Fath ar-Rabbbani. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Jailani, Abdul Qadir. 1992. Futuh al-Ghaib. Cetakan 2. Damaskus: Dar al-Bab

Mendengarkan Nasehat


Mendengarkan Nasehat

Syekh Abdul Qadir Jailani menasihati,
    Teruslah mendengarkan nasehat. Karena bila hati jauh dari nasehat, ia akan menjadi buta.

Sumber Pustaka :
Jailani, Abdul Qadir, Al-Fath ar-Rabbbani. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Jailani, Abdul Qadir. 1992. Futuh al-Ghaib. Cetakan 2. Damaskus: Dar al-Bab

Mengingat Allah


Mengingat Allah

Syekh Abdul Qadir Jailani menasihati,
    Siapa saja yang berzikir kepada Allah dengan hatinya berarti dialah disebut pezikir sejati. Siapa saja yang tidak berzikir dengan hatinya, dia tidak disebut pezikir. Lisan adalah pelayan sekaligus pengikut hati.

Sumber Pustaka :
Jailani, Abdul Qadir, Al-Fath ar-Rabbbani. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Jailani, Abdul Qadir. 1992. Futuh al-Ghaib. Cetakan 2. Damaskus: Dar al-Bab

Terbuai


Terbuai

Syekh Abdul Qadir Jailani menasihati,
    Dunia telah berserakan di hati kalian sehingga kalian sama sekali tidak dapat melihat apa-apa. Waspadalah terhadap dunia. Mungkin saja ia menyerahkan dirinya sehingga kalian terbuai, tetapi di akhirat ia akan membantai kalian. Kalian tersuguhi minuman dan biusan dunia. Setelah itu, ia akan memotong tangan dan kaki kalian. Setelah biusnya hilang, kalian baru menyadari atas apa yang telah diperbuat dunia terhadap kalian.

Sumber Pustaka :
Jailani, Abdul Qadir, Al-Fath ar-Rabbbani. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Jailani, Abdul Qadir. 1992. Futuh al-Ghaib. Cetakan 2. Damaskus: Dar al-Bab

Lahan Orang Mukmin

Lahan Orang Mukmin
                       
Syekh Abdul Qadir Jailani menasihati,
     Ikhlas adalah lahan orang mukmin. Sedangkan amal adalah dinding bangunannya. Dinding bisa diganti dan diubah, tetapi lahan tidak. Suatu bangunan hanya bisa berdiri diatas fondasi takwa.

Sumber Pustaka :
Jailani, Abdul Qadir, Al-Fath ar-Rabbbani. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Jailani, Abdul Qadir. 1992. Futuh al-Ghaib. Cetakan 2. Damaskus: Dar al-Bab